Iklan

Zainuddin Yasin
Sabtu 05 2025, April 05, 2025 WIB
Last Updated 2025-04-05T01:35:28Z

Hening, Nyepi Adat Di Desa Adat Geriana Kangin, Wagub Giri Prasta dan Guru Pandu Hadir Ngupesaksi

Advertisement



AMLAPURA, KABARNETIZENS.COM

Usai puncak karya Taur Agung tabuh Gentuh, Suda Bumi, Pedudusan Agung, Yama Raja di desa adat geriana Kangin, duda Utara, selat Karangasem Jumat (4/4/2025) dilaksanakan Nyepi Adat. Suasana riuh saat puncak karya (3/4/2025) berbalik 100 persen. Menjadi hening dan lengang di seputaran desa adat geriana Kangin termasuk diareal pura puseh yang menjadi pusat keramaian dan upakara.





Kendaraan yang biasa berlalu lalang pagi itu nampak sepi, toko toko juga tutup. Masyarakat Geriana Kangin memilih diam dirumah melaksanakan catur berata penyepian 


Nyepi adat kali dini berlangsung selama 12 jam mulai dini hari hingga pukul 12.00 WITA. 





Selama Nyepi adat kerama desa adat geriana Kangin dilarang menerima tamu. Warga lain desa yang melintas tetap diijinkan hanya saja tidak boleh berhenti dan membunyikan klakson.




Karya agung Taur Gentuh dilaksanakan dalam kurun waktu 10 tahun sekali dengan tujuan menyucikan alam semesta atau Jagat Kertih yang dipusatkan di Jaba Tengah pura puseh desa adat geriana Kangin.



Adapun biaya yang digunakan sebagian besar dari urunan kerama adat Geriana Kangin.Taur Gentuh kali ini dipuput 9 sulinggih untuk seluruh rangkaian karya.




Ada sembilan Janis hewan korban sebagai sarana upacara diantaranya Kerbau, Kancil, Menjangan, Kambing, Anjing, Angsa, Itik dan Ayam.





Persiapan upacara dilakukan selama dua bulan. Semua sesaji  dan sarana upacara dipersiapkan sendiri oleh kerama dengan cara ngayah yang dilakukan oleh tujuh Banjar Adat di wewidangan desa adat geriana Kangin.



Saat puncak karya juga dilakukan upacara Ngatep Ide Betara Sakti dari Banjar adat pegubungan. Juga dilakukan Pemelaspasan Ide Batara Sakti yang baru selesai ngodak (perbaikan) di puri Ubud, Gianyar.






Usai Nyepi adat dilanjutkan dengan nyolahang Ide Betara Sakti beserta Ide Betara Istri dan sisia sisianya di pura dalam desa adat geriana Kangin. 




"Kebetulan rangkaian Taur Gentuh bersamaan dengan Ngatep Ide Betara Sakti, mudah mudahan ini menjadi pertanda kerahayuan jagat beserta isinya utamanya untuk desa adat geriana Kangin," ujar Jro Pasek Desa Adat Geriana Kangin Jro Mangku Sudarma Yasa, yang mengakui momen ini cukup langka dan dia sendiri baru pertama kali mengalami, yakni Taur Gentuh bersamaan dengan Ide Betara Sakti Ngatep usai ngodak (perbaikan). 





Sebelumnya karya Taur Gentuh ini juga ke upesaksi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Pandu Prapanca lagosa (1/4/2025). Ikut mendampingi Wagub Bali wakil ketua DPRD Karangasem I Wayan Suparta dan I Gusti Agung Dwi Putra.





Wagub Giri Prasta mengaku kagum dengan semangat ngayah masyarakat Geriana Kangin, untuk melaksanakan Yadnya. "Saya lihat masyarakat disini begitu antusias ngayah, bagi membahu sehingga karya sebesar ini bisa terlaksana dengan baik," ujarnya saat memberikan sambrame wecana di Jaba Tengah pura puseh desa adat geriana Kangin (2/4/2025) lalu.




"Kalau seperti ini semangat masyarakat kami pemerintah provinsi Bali siap mendukung," ujarnya.S



emangat ngayah seperti ini bagian dari upaya melestarikan adat istiadat dan tradisi, yang selama ini menjadi taksu Bali.




Dalam kesempatan itu Wagub Giri Prasta menyerah dana punia sebesar Rp 25 juta.




 "Tiang Ten sempat nyarengin ngayah.... sakewanten tiang jagi mepunia sematra," ujar Giri Prasta dihadapan warga. Taur ini digelar merupakan bagian dari Bhuta Yadnya dengan tujuan untuk keseimbangan alam secara sekala niskala. (TRA)