Iklan

Zainuddin Yasin
Sabtu 05 2025, April 05, 2025 WIB
Last Updated 2025-04-05T01:35:46Z

Kasus Kanorayang warga Sental Kangin,Ped,Nusa Penida, 29 warga diungsikan dan 21 orang di SKB Klungkung.

Advertisement


saat terjadinya ketegangan di Sental Kangin,Ped,Nusa Pemida



SEMARAPURA, KABARNETIZENS.COM

Kasus Kanorayang terhadap tiga kepala keluarga (KK) akibat Masalah adat di Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali berbuntut panjang dan berujung anti klimaks warga ini harus diungsikan pihak berwenang untuk menghindari klas pisik.



Akhirnya pada Minggu (30/3/2025) 7 Kepala keluarga dengan 34 orang didalamnya harus dievakuasi untuk menghindari amukan warga, yang dipicu masalah baru lagi.




Camat Nusa Penida, I Kadek Yoga Kusuma mengatakan Senin (31/3/2025) pagi sebanyak 29 warga di Evakuasi, 21 orang berada di SKB Klungkung daratan. Sedangkan 

1 orang dirawat di Puskesmas Nuspen karena sakit. 




"Untuk sementara di SKB, setelah rapat di Pemkab bersama pak Bupati nanti diputuskan oleh bupati langkah kedepan," ujarnya. 




Dijelaskan, insiden ini dipicu oleh permasalahan lama yang belum terselesaikan. 




"Kemarin, terjadi kesalahpahaman yang menyebabkan ketersinggungan antarwarga, sehingga situasi semakin sulit dikendalikan," jelasnya.




"Untuk menghindari eskalasi, kami bersama aparat keamanan (Polsek dan Danramil) mengambil langkah pengamanan dengan mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman," ungkapnya.




Sementara pantauan di SKB Banjarangkan, Klungkung 21 warga yang terdiri dari orang tua, dewasa dan anak-anak di boyong menggunakan bus milik dinas perhubungan Klungkung. 




Mereka di tempatkan di beberapa ruangan kamar yang dilengkapi tempat tidur untuk masing-masing kepala keluarga.




"Kami dari Dinas Sosial siapkan Tagana untuk kebutuhan makan dan minum warga untuk sementara sedangkan tempat SKB dari Disdik," kata Kadissos Gusti Agung Putra Mahayajaya.





Terkait ketegangan warga di Banjar Sental Kangin ini hingga berujung warga kanorayang mengungsi  Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta saat itu menjelaskan kejadian kekisruhan di Banjar Sental Kangin Nusa Penida usai digelarnya  rapat koordinasi terbatas (Rakortas) yang dilaksanakan, Senin (31/3/2025)lalu untuk menyikapi konflik sosial tersebut.





Menurut nya,Konflik sosial di Banjar Sental Kangin telah berlangsung cukup lama, dipicu sengketa pemanfaatan tanah negara seluas 7 are di pinggir Pantai Sental Kangin antara pihak warga Banjar Adat Sental Kangin dengan 8 KK warga setempat yang dikenakan sanksi adat kasepekang dan kanorayang.




Di tanah negara tersebut telah berdiri usaha beach club milik kelompok kasepekang. Namun lahan tersebut juga akan disertifikatkan oleh pihak adat untuk kepentingan desa adat.





Kelompok warga kasepekang merasa keberatan dan menggugat pihak adat karena melakukan permohonan penyetifikatan lahan tersebut. 





Gugatan itu, membuat pihak adat sampai mengeluarkan sanksi adat berupa kanorayang terhadap kelompok warga tersebut. Kasus ini sampai bergulir di Pengadilan Semarapura. 




"Beberapa kali mediasi telah dilakukan untuk mencapai kesepakatan, namun tidak ada titik temu karena adanya perbedaan pandangan antara hukum adat dan hukum formal," jelas Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta saat rakortas, Senin (31/3/2025)lalu.





Konflik semakin memanas, pada Minggu (30/3/2025)lalu. Terjadi kesalahpahaman antara warga yang terkena sanksi kasepekang atau kanorayang dan warga di Banjar Adat Sental Kangin. 





Berawal saat perayaan Nyepi, ketika seorang warga yang dikenakan sanksi kasepekang, menyalakan lampu, yang dianggap tidak menghormati adat setempat. 





Lalu keesokan harinya, Minggu (30/3/2025) seorang warga kasepekang melewati poskamling dan menimbulkan ketersinggungan warga, karena membawa motor sambil menaikkan kaki. Ia sempat disoraki warga dan saat pulang anaknya datang menanyakan hal itu yang sempat terjadi adu mulut.




Insiden ini berujung pada pertikaian yang melibatkan banyak pihak, termasuk ibu-ibu dan anak-anak sehingga situasi menjadi tidak kondusif.




"Tidak ada terjadi pemukulan hanya dorong-dorongan saja, kami amankan warga Kanorayang karena sudah tidak kondusif, tidak ada unsur paksaan didalamnya hanya penyelamatan, kami lakukan bersama Danramil Nusa Penida," bebernya.(SUG)